Telat Bayar dan Lapor SPT, Bersiaplah Untuk Kena Denda Sampai Pidana

Telat Bayar dan Lapor SPT, Bersiaplah Untuk Kena Denda Sampai Pidana

Direktorat Jenderal Pajak dan Kementerian Keuangan pasti akan memberikan sanksi denda atau juga pidana kepada siapa pun wajib pajak yang terlambat melaporkan surat pemberitahuan tahunan. “Denda Rp. 100 ribu/Wajib pajak” kata Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan di Kantor Pelayanan Pajak, Jakarta Madya.

Sesuai peraturan yang sudah berlaku, batas pelaporan Surat Pemberitahun Pajak yang ditunjukkan untuk wajib pajak pribadi telah ditetapkan hingga akhir maret 2018, sedangkan untuk wajib pajak badan ditetapkan hingga akhir april 2018. Sementara itu, Hestu Yoga Saksama, selaku Direktur Penyuluh, Pelayanan dan Humas Direktorat Jenderal Pajak mengatakan jika denda administrasi yang diberlakukan untuk sekali selama periode pelaporan SPT.

Pelaporan pajak tahun 2017 telah usai bagi wajib pajak pribadi, sedangkan wajib pajak badan akan berakhir di akhir bulan April 2018, jika tidak melaporkan maka wajib pajak pribadi akan terkena denda administrasi Rp. 100 ribu. Denda tersebut memang lebih kecil daripada jumlah denda untuk wajib pajak badan yang mencapai Rp. 1 juta. Sanksi administrasi ini akan dikenakan sekali saja, namun bila dalam pelaporan ini ada cukup banyak pajak yang belum dibayar yaitu PPh kurang bayar maka pembayarannya pun ikut terlambat, jadi sanksi yang diberikannya adalah bunga sebanyak 2%/bulannya.

Untuk yang mendapatkan sanksi maksimal, Hestu mengatakan jika wajib pajak juga dapat terkena pidana karena terlambat melaporkan SPT juga pajak terutang yang tidak dibayarkan. Sehingga akan mengakibatkan kerugian pada negara. “Sanksi pidana adalah jalan terakhir yang akan diberikan, tentunya setelah melalui berbagai proses yang panjang, setelah diberikannya pembinaan, himbauan, bahkan teguran dan pemeriksaan, bila tidak dipatuhi juga, wajib pajak akan diberikan sanksi pidana.

Untuk mengantisipasi banyaknya warga yang melaporkan diri di batas pelaporan wajib pajak orang pribadi, maka Direktorat Jenderal Pajak memutuskan untuk tetap membuka layanan KPP sampai pukul 5 sore, sabtu kemarin. Pelayanan akhir Maret tersebut telah dilakukan serempak di seluruh Indonesia, di mana masyarakat bisa melaporkan pajak SPT Tahunan secara manual jadi tidak ada alasan yang membenarkan wajib pajak untuk terlambat melaporkan pajaknya.

Sumber Referensi : smconsult

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *